Materi Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya - RUANGLES.WEB.ID

Materi Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya




Kompetensi Dasar, Indikator, Tujuan Pembelajaran dan Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya

3.3. Menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

4.3. Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran.

3.3.1. Menggolongkan karakteristik materi.
3.3.1.1.   Dengan diberikan daftar benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari Peserta Didik dapat menggolongkan karakteristik materi.

3.3.2. Menjelaskan perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.
3.3.2.2.   Dengan diberikan LKS Peserta Didik dapat menjelaskan perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.
3.3.2.3.   Dengan melakukan percobaan, Peserta Didik dapat menyelidiki bahan-bahan alam yang dapat dijadikan sebagai Indikator alami.

3.3.3. Menjelaskan metode pemisahan campuran.
3.3.3.1.   Dengan diberikan LKS, Peserta Didik dapat menjelaskan perbedaan berbagai metode pemisahan campuran.
3.3.3.2.   Dengan diberikan LKS Peserta Didik dapat menjelaskan aplikasi metode pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari.
3.3.3.3.   Dengan melakukan percobaan tugas projek Peserta Didik dapat membuat laporan mengenai hasil percobaan tentang pemisahan campuran.

3.3.4. Menjelaskan sifat fisika dan sifat kimia.
3.3.4.1.   Dengan diberikan LKS, Peserta Didik dapat menentukan jenis benda atau zat dengan membandingkan massa dan volume (massa jenis).

3.3.5. Mendeskripsikan perubahan fisika dan perubahan kimia .
3.3.5.1.   Dengan diberikan LKS, Peserta Didik dapat mendeskripsikan perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehiduapan sehari-hari.

Klasifikasi Materi dan Perubahannya


Rangkuman Materi Klasifikasi Materi dan Perubahannya

1. Materi berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas.
2. Berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam diklasifikasikan menjadi zat tunggal/murni (unsur, senyawa) , dan campuran.
3. Unsur adalah zat tunggal/murni yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan cara kimia.
4. Senyawa adalah zat tunggal/murni yang dapat diuraikan secara kimia menjadi dua zat atau lebih.
5. Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih dan masih mempunyai sifat zat asalnya dengan tidak mempunyai komposisi yang tetap.
6. Larutan adalah campuran yang homogen, tersusun atas zat terlarut dan pelarut.
7. Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, dan kelarutan.
8. Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan distilasi.
9. Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru.
10. Perubahan fisika meliputi menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, melarut, serta perubahan bentuk.
11. Perubahan kimia adalah perubahan zat yang dapat menghasilkan zat baru dengan sifat kimia yang berbeda dengan zat asalnya.
12. Berlangsungnya perubahan kimia dapat diketahui dengan ciriciri sebagai berikut.
• Terbentuknya zat baru
• Terbentuknya gas
• Terbentuknya endapan
• Terjadinya perubahan warna
• Terjadinya perubahan suhu

Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair dan gas.

Padat
1. Mempunyai bentuk dan volume tetap.
2. Jarak antar- partikel zat padat sangat rapat.
3. Partikel-partikel zat padat tidak dapat bergerak bebas.

Cair
1. Mempunyai volume tertentu, tetapi tidak mempunyai bentuk yang tetap, bergantung pada media yang digunakan.
2. Jarak antarpartikel zat cair lebih renggang.
3. Partikel –partikel zat cair dapat bergerak namun terbatas.

Gas
1. tidak mempunyai volume dan bentuk yang tertentu.
2. Jarak antar partikel gas sangat renggang.
3. Partikel-partikel gas dapat bergerak sangat bebas.

Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diubah lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia biasa. Bagian terkecil dari unsur adalah atom.

Nama Latin Nama Indonesia Lambang Unsur
Alumunium=Alumunium=Al
Aurum=Emas=Au
Argentum= Perak= Ag
Calcium=Kalsium=Ca
Cuprum=Tembaga=Cu
Ferrum=Besi=Fe
Natrium=Natrium=Na
Plumbun=Timbal=Pb
Oxygen=Oksigen=O
Hydrogen=Hidrogen=H
Carbon=Karbon=C
Sulphur=Belerang=S
Phosphorus=Fosfor=P
Nitrogen=Nitrogen=N
Iodium=Iodin=I
Nitrogenium=Nitrogen=N

Cara  pemberian  lambang  unsur  berdasarkan  Berzelius  adalah sebagai berikut.
1) Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latinnya.
2) Huruf awal ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar.
3) Bagi  unsur  yang  memiliki  huruf  awal  sama,  ditambahkan  atau diberikan satu huruf kecil dari nama unsur tersebut.

Unsur logam dan nonlogam memiliki perbedaan sifat, baik sifat fisika maupun sifat kimia. Berikut perbedaan sifat unsur logam dan nonlogam

Perbedaan Unsur Logam dan Nonlogam
Logam
1. Berwujud padat pada suhu kamar (kecuali raksa).
2. Dapat ditempa dan dapat diregangkan.
3. Konduktor listrik dan panas.

NonLogam
1. Ada yang berwujud padat, cair, dan gas.
2. Bersifat rapuh dan tidak dapat ditempa.
3. Nonkonduktor, kecuali grafit.

Unsur Logam dan Nonlogam serta Kegunaannya
Natrium (Na) Bahan untuk membuat lampu natrium dan senyawanya digunakan untuk garam dapur.
Stronsium (Sr) Senyawa yang digunakan untuk membuat warna merah kembang api.
Magnesium (Mg) Paduannya digunakan untuk bahan pesawat.
Iodin (I) Bahan untuk antiseptik, dan senyawanya digunakan untuk garam beryodium.

Senyawa merupakan zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua jenis atau lebih sederhana dengan cara kimia. Misalnya, air yang memiliki rumus H2O dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen (H2) dan oksigen (O2).

Contoh senyawa sederhana dan unsur penyusun
Air= Hidrogen + Oksigen
Garam dapur (Natrium klorida)= Natrium + Klorin
Gula tebu (Sukrosa)= Karbon + Hidrogen + Oksigen

Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih dan masih mempunyai sifat zat asalnya. Campuran terdiri atas campuran homogen dan campuran heterogen

Perbedaan Sifat Unsur, Senyawa dan campuran
Unsur
1. Zat tunggal
2. Tidak dapat diuraikan
3. Terdiri atas satu jenis komponen

Senyawa
1. Zat tunggal
2. Dapat diuraikan
3. Tersusun dari dua komponen atau lebih
4. Perbandingan massa zat penyusunnya tetap

Campuran
1. Campuran
2. Dapat diuraikan
3. Tersusun dari dua komponen atau lebih
4. Perbandingannya tidak tepat.

Pertemuan II  : Campuran Sifat dari Larutan Asam, Basa dan Garam

1) Campuran dan Sifat Larutan Asam Basa

Ciri –ciri larutan asam adalah sebagai berikut.
a) Rasanya asam ( tidak boleh dicicipi kecuali makanan).
b) Dapat menimbulkan korosif.
c) Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.
Contoh larutan asam adalah hujan asam. Ketika terjadi hujan, air yang dihasilkan bersifat lebih asam dari keadaan normal. Air hujan inilah yang kita kenal dengan hujan asam.

2) Sifat dari larutan basa adalah sebagai berikut.
a) Terasa licin di kulit dan berasa agak pahit
b) Mengubah kertas lakmus merah menjadi biru

3) Sifat dari Garam
Jenis senyawa garam yang paling kita kenal adalah garam dapur atau nama senyawa kimianya natrium klorida (NaCl). Garam ini banyak digunakan dalam pengolahan makanan. Senyawa garam dapat terbentuk karena salah satu reaksi asam dan basa atau reaksi netralisasi. Pada reaksi netralilsasi tersebut dihasilkan garam dan air.

Garam seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain untuk industri pupuk, obat-obatan, pengolahan makanan, dan bahan pengawet.

4) Indikator
Indikator adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam dan basa. Indikator ada 2 jenis, yaitu indikator alami dan indikator buatan.

a) Indikator alami
Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai indicator alami. Tumbuhan yang termasuk indicator alami akan menunjukkan perubahan warna pada larutan asam atau basa. Beberapa contoh tumbuhan yang termasuk indikator alami adalah kunyit, bunga mawar, kubis merah, kubis ungu, dan bunga kembang sepatu.

b) Indikator buatan
Salah satu jenis indicator buatan yang bukan dalam bentuk larutan cair adalah kertas lakmus. Kertas lakmus ada 2 jenis, yaitu lakmus biru dan lakmus merah.

3. Pertemuan III : Pemisahan Campuran
1) Filtrasi (penyaringan)
Salah satu metode pemisahan yang paling sederhana dengan menggunakan metode filtrasi. Penyaringan dilakukan untuk memisahkan zat dari suatu campuran. Prinsip kerja penyaringan didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur, dan pada umumnya digunakan untuk memisahkan padatan dari cairan.

2) Sentrifugasi
Metode sentrifugasi adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan padatan yang sangat halus dengan jumlah campuran sedikit.

3) Kromatografi
Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel- partikel yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak.

4. Pertemuan IV : Pemisahan Campuran
1) Destilasi (penyulingan )
Metode destilasi banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri. Destilasi digunakan untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap, setiap zat akan terpisah.

2) Sublimasi
Metode pemisahan sublimasi didasarkan pada campuran zat yang memiliki satu zat yang dapat menyublim (perubahan wujud padat ke wujud gas), sedangkan zat yang lain tidak dapat menyublim.

Pertemuan V : Sifat Fisika dan Sifat Kimia serta Perubahan Fisika dan Kimia
Sifat Fisika dan Sifat Kimia
Sifat-sifat benda secara garis besar dibedakan menjadi dua (2), yaitu sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika adalah sifat yang bekaitan dengan keadaan fisik suatu zat. Sifat fisika termasuk di dalamnya bentuk, warna, bau, kekerasan, titik didih, titik beku, titik leleh, daya hantar, ukuran partikel, dan massa jenis (densitas). Sifat kimia merupakan sifat zat yang berhubungan dengan mudah atau sulitnya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Materi Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya"

Post a Comment